KETIDAKMUNGKINAN
yang selalu aku SEMOGAKAN
Aku menyukaimu dari pertama aku
lulus sekolah dasar, dan aku mulai mengenalmu saat sekolah menengah pertama,
aku ingat sekali kala itu rambutmu botak haha imut sekali. Namun sama seperti
sekarang aku hanya bisa memandangimu dari kejauhan. Saat kelas 8 aku mendengar
cerita bahwa kau telah bersama kaka kelas yang cantik itu, Ya Tuhan apakah
mungkin aku bisa bersanding denganmu sedangkan semua mantan mu cantik-cantik.
Berusaha mendekatimu sudah
kulakukan, bergaul dengan temanmu agar aku bisa dekat denganmu pula, mencari
akun social media mu namun itu malah membuat aku sakit hati. Ya bagaimana tidak
diakun mu tersebut kau memasang foto kekasihmu yang cantik itu, aah semua
terasa sia-sia.
Namun disaat kelulusan kau memberiku
harapan, terasa senang seakan telah menempati surga yang dipenuhi segala
keinginanku. Malam sebelum perpisahan, aku memberanikan diri untuk mengirim
pesan untukmu, didalam pesan tersebut aku berkata
“Besok boleh aku
berfoto denganmu?” kau membalas “Untuk
apa?” “Hanya untuk kenang-kenangan saja” “Iya boleh” dengan
loncat-loncat aku saat membaca balasan mu itu.
Dan aku membalas lagi “Tapi kita
berfoto berdua dan 4kali boleh kan?” dan balasamu yang membuatku yakin kau
mulai menyukaiku “Iya nggak papa” Ahhhh Tuhan terimakasih kau telah memberiku
kesempatan ini pikirku. Tidak sabar menunggu matahari terbit. Dan saat ayam
mulai berkokok aku bergegas untuk membersihkan diri. Pagi itu aku bingung aku
harus memakai jilbab segiempat atau jilbab biasa?
Namun dengan keberaniaanku aku
memutuskan untuk memakai jilbab segiempat padahal aku tidak bisa memakai jilbab
tersebut dengan rapi. Aku hanya ingin kau melihatku tampil beda. Tibanya
disekolah aku duduk untuk menyaksikan acara yang berlangsung, saat waktu istirahat
aku mencarimu untuk berfoto. Dan setelah menemukanmu aupun mengahampirimu, dan
berkata “ayo kita berfoto bersama” namun kau hanya menatapku dan berkata “tidak,
berfoto lah saja dengannya” kau menunjuk mantan pacarku.
Setelah berkata seperti itu, akupun
pergi meninggalkan mu karena sakit hati. Mengapa kau lakukan itu semalam kau
berkata kau mau namun saat waktunya tiba kau mencampakkan ku. Oh Tuhan mengapa
begini apakah memang begini kau menyusun scenario jalan hidupku? Saat ingin
pulang aku berpapasan denganmu namun kau hanya melihatku tanpa memberikan
senyum ataupun sepatah kata pun.
Dan semua ini membuat ku sakit
hati, apalagi kau dan aku harus berpisah sekolah, aku melanjutkan ke SMA dan
kau melanjutkan ke SMK. Setiap hari aku hanya dapat melihatmu saat kita
berpapasan saat berangkat ataupun pulang sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar