Rabu, 10 Desember 2014

KETIDAKMUNGKINAN yang selalu aku SEMOGAKAN



KETIDAKMUNGKINAN yang selalu aku SEMOGAKAN
                                    Aku menyukaimu dari pertama aku lulus sekolah dasar, dan aku mulai mengenalmu saat sekolah menengah pertama, aku ingat sekali kala itu rambutmu botak haha imut sekali. Namun sama seperti sekarang aku hanya bisa memandangimu dari kejauhan. Saat kelas 8 aku mendengar cerita bahwa kau telah bersama kaka kelas yang cantik itu, Ya Tuhan apakah mungkin aku bisa bersanding denganmu sedangkan semua mantan mu cantik-cantik.
                                    Berusaha mendekatimu sudah kulakukan, bergaul dengan temanmu agar aku bisa dekat denganmu pula, mencari akun social media mu namun itu malah membuat aku sakit hati. Ya bagaimana tidak diakun mu tersebut kau memasang foto kekasihmu yang cantik itu, aah semua terasa sia-sia.
                                    Namun disaat kelulusan kau memberiku harapan, terasa senang seakan telah menempati surga yang dipenuhi segala keinginanku. Malam sebelum perpisahan, aku memberanikan diri untuk mengirim pesan untukmu, didalam pesan tersebut aku berkata
“Besok boleh aku berfoto denganmu?” kau membalas “Untuk  apa?” “Hanya untuk kenang-kenangan saja” “Iya boleh” dengan loncat-loncat aku saat membaca balasan mu itu.
                                    Dan aku membalas lagi “Tapi kita berfoto berdua dan 4kali boleh kan?” dan balasamu yang membuatku yakin kau mulai menyukaiku “Iya nggak papa” Ahhhh Tuhan terimakasih kau telah memberiku kesempatan ini pikirku. Tidak sabar menunggu matahari terbit. Dan saat ayam mulai berkokok aku bergegas untuk membersihkan diri. Pagi itu aku bingung aku harus memakai jilbab segiempat atau jilbab biasa?
                                    Namun dengan keberaniaanku aku memutuskan untuk memakai jilbab segiempat padahal aku tidak bisa memakai jilbab tersebut dengan rapi. Aku hanya ingin kau melihatku tampil beda. Tibanya disekolah aku duduk untuk menyaksikan acara yang berlangsung, saat waktu istirahat aku mencarimu untuk berfoto. Dan setelah menemukanmu aupun mengahampirimu, dan berkata “ayo kita berfoto bersama” namun kau hanya menatapku dan berkata “tidak, berfoto lah saja dengannya” kau menunjuk mantan pacarku.
                                    Setelah berkata seperti itu, akupun pergi meninggalkan mu karena sakit hati. Mengapa kau lakukan itu semalam kau berkata kau mau namun saat waktunya tiba kau mencampakkan ku. Oh Tuhan mengapa begini apakah memang begini kau menyusun scenario jalan hidupku? Saat ingin pulang aku berpapasan denganmu namun kau hanya melihatku tanpa memberikan senyum ataupun sepatah kata pun.
                                    Dan semua ini membuat ku sakit hati, apalagi kau dan aku harus berpisah sekolah, aku melanjutkan ke SMA dan kau melanjutkan ke SMK. Setiap hari aku hanya dapat melihatmu saat kita berpapasan saat berangkat ataupun pulang sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar