Tugas
Makalah
“Sistem Ekresi Manusia”
Disusun
Oleh : Ananda Yudistira
Nindia Nengrum
Teguh Firmanto
SMP
NEGERI 2 PENAJAM PASER UTARA
SEPAKU
2013
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Dewasa
ini banyak manusia yang tak mengerti akan EKRESI,dalam kehidupan manusia EKRESI
sangat di butuhkan karena EKRESI merupakan salah satu proses pengeluaran zat
dari tubuh. Selain EKRESI ada juga proses SEKRESI dan DEFEKASI.
EKRESI
adalah proses pengeluaran sisa Metabolisme. Zat tersebut diserap dan diangkut
oleh darah dan dikeluarkan bersama urin,keringat,dan pernapasan. DEFEKASI
adalah proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan atau zat yang tidak mengalami
pencernaan. Zat tersebut berupa fases yang dikeluarkan melalui anus. SEKRESI
merupakan proses pengeluaran zat oleh kelenjar yang masih digunakan oleh tubuh.
Zat yang dihasilkan berupa enzim dan hormon.
1.2
Rumusan
Masalah
Bagaimana
susunan organ-organ Sistem Ekresi Manusia?
Apa
saja kelainan dan penyakit dalam Sistem Ekresi Manusia?
1.3 Tujuan
Kami membuat
makala ini untuk menambah pengetahuan tentang IPA dan memenuhi nilai dalam
bidang setudi BIOLOGI,dan menyelesaikan tugas yang diberikan oleh ibu guru yang
mengajar dalam bidang ini.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Sistem Ekresi Manusia
A.
Organ-organ Penyusun System Ekresi
1. Kulit
Adalah organ pelindung
yang menutupi seluruh permukaan tubuh. Kulit merupakan lapisan sangat tipis dan
tebalnya hanya beberapa millimeter.
a) Kulit
Ari (Epidermis)
Tersusun atas 3 lapisan,yaitu lapisan
tanduk (Stratum Korneum),lapisan granula (Stratum Granulosum),dan Stratum
Germinativum. Lapisan tanduk (stratum korneum) berada pada bagian luar. Lapisan
tanduk merupakan jaringan mati dan terdiari atas berlapis-lapis sel
pipih,berfungsi untuk melindungi sel-sel didalamnya dan mencegah masuknya kuman
penyakit. Lapisan granula terletak dibawah lapisan tanduk. Pada lapisan ini
terdapat pigmen melanin yang memberikan warna pada kulit dan melindungi kulit dari
sengatan sinar matahari. Bila lapisan ini tidak mengandung pigmen kulit,orang
tersebut dikenal sebagai orang Albino. Stratum Germanitivirum tersusun atas dua
lapisan sel.
b) Kulit
Jangat (Dermis)
Terletak dibawah lapisan kulit ari
didalam kulit jangat terdapat pembuluh darah,kelenjar keringat(Glandula
Sudorifera),kelenjar minyak (Glandula Sebassea),dan kantung rambut. Terdapat
juga ujung-ujung saraf yaitu: saraf peraba dingin (Korpuskula Krause), peraba
tekanan (Korpukula Paccini), peraba panas(Korpuskula Ruffini), peraba
sentuhan(Korpuskula Meissner) dan peraba nyeri.
Kelenjarm minyak menghasilkan minyak
yang disebut Sebum yang berguna untuk meminyakin rambut agar tidak kering.
Kelenjar keringat berbentuk pipa terpilin, memanjang dari epidermis hingga masuk
kebagian dermis. Cairan jaringan tersebut dikeluarkan sebagai kringat melalui
saluran kelenjar keringat dan akhirnya dikeluarkan melalui pori-pori kulit
pengeluaran kringat dipengaruhi oleh cuaca (Panas/Dingin), aktifitas,
makanan,minuman.
c) Jaringan
Bawah Klit (Subk utan)
Pada jaringan bawah kulit, terdapat
jaringan lemak(Adiposa). Jaringan lemak berfungsi untuk menumpuk lemak sebagai
cadangan makanan dan menjaga suhu tubuh agar tetap hangat di saping berfungsi
sebagai pelindung tubuh, mencegah masuknya kuman penyakit, mengatur suhu
tubuh,dan menjaga pengeluaran air agar tidak berlebihan.
2.
Paru-paru
Berfungsi
sebagai alat pengeluaran. Zat yang dikeluarkan oleh paru-paru adalah karbon
Diosida (CO2) dan uap air (H2O) yang dihasilkan dari
proses pernapasan. Tugas paru-paru adalah mengeluarkan Karbon Dioksida dan Uap
Air yang tidak digunakan lagi oleh tubuh.
3.Ginjal
Berbentuk seperti biji kacang merah, panjang
10 cm, berat ±170g. ginjal merupakan alat pengeluaran sisa metabolisme dalam
bentuk air seni (urin). Ginjal tersusun atas kulit ginjal (korteks),sumsum
ginjal (modula), dan Rongga Ginjal (pelvis). Pada kulit ginjal terdapat nefron
yang berfungsi sebagai alat penyaring darah. Setiap nefron tersusun atas badan
Malpighi dan saluran panjang (Tubulus) yang berkelok-kelok. Badan Malpighi
tersusun atas glomerulus dan kapsul Bowman. Glomerulus merupakan untaian
pembuluh darah kapiler tempat darah disaring.
Tubulus
ginjal terdiri atas tubulus kontortus proksimal,lengkung henle,tubulus
kontortus distal,dan tubulus kolektivus. Lengkung henle adalah bagian tubulus
yang melengkung pada daerah medula dan berhubungan dengan tubulus proksimal dan
tubulus distal. Bagian lengkung henle ada 2 yaitu: lengkung henle yang
melengkung keatas (ascenden) dan kebawah (descenden). Cara kerja ginjal sebagai
alat ekresi adalah dengan menyaring darah sehingga zat-zat sisa yang terdapat
didalam darah dapat dikeluarkan dalam bentuk air seni(urin).
a) Penyaringa
(Filtrasi)
Darah
yang banyak mengandungzat sisa metabolisme masuk kedalam ginjal melalui pembuluh
arteri,ginjal (arteri renalis). Cairan tubuh keluar dari pwmbuluh arteri dan
masuk kedalam badan Malpighi. Plasma darah dan zat yang terlarut didalamnya
disaring oleh glomerulus didalam badan Malpighi. Membran glomerulus dan kapsul
Bowman bersisat permeable terhadap air dan zat terlarut berukuran kecil
sehingga dapat menyaring molekul-molekul besar. Hasil saringan (Filtrat) dan
glomerulus dan kapsul Bowman disebut filtrate glomerulus/urin primer.
b)
Penyerapan Kembali (Reabsorpsi)
Hasil reabsorpsi berupa
filtrate tubulus/urin sekunder. Urin sekunder mengandung air,garam,urea,dan
pigmen empedu yang memberi warna dan bau pada urin.
c)
Augmentasi
Urin sekunder yang
telah ditambahkan dengan berbagai zat tersebut disebut urin. Kemudian urin
disalurkan melalui tubulus kolektivus kerongga ginjal. Dari rongga ginjal, urin
menuju kekantong kemih melalui saluran ginjal (ureter).
d)
Proses Pengeluaran Urin
Urin yang dikeluarkan oleh ginjal sebagian
besar terdiri atas 95% air dan zat yang terlarut, yaitu urea,asam urat,dan
ammonia yang merupakan sisa-sisa perombakan protein,bermacam-macam garam
terutama garam dapur (NaC l),zat warna empedu yang menyebabkan warna kuning pada
urin, dan zat-zat yang berlebihan didalam darah seperti vitamin B,C,obat-obatan
dan hormon. Urin tidak mengandung protein dan glukosa. Ginjal merupakan organ
yang sangat penting bagi tubuh. Ginjal berfungsi untuk menyaring
darah,mengeluarkan sisa metabolisme,membuang zat-zat yang berbahaya bagi
tubuh,dan mengatur keseimbangaan air dan garam di dalam darah.
4.
Hati
Merupakan kelenjar terbesar dalam
tubuh dan terletak didalam rongga perut sebelah kanan dibawah diafragma. Hati
mengeluarkan empedu yang berupa cairan kehijauan;rasanya pahit;PHnya netral;dan
mengandung kolesterol, garam-garam mineral,garam empedu, dan zat warna empedu
yang di sebut bilirubin dan biliverdin. Zat warna empedu yang berwarna hijau
kebiruan berasal dari perobakan hemoglobin sel darah merah di dalam hati.
Sisa-sisa pencernaan protein yang berupa urea di bentuk juga di dalam hati.
Urea kemudian di bawa oleh darah dan selanjutnya masuk ke dalam ginjal.
Akhirnya dari ginjal di kelarkan barsama-sama dengan urin. Hati mempunyai
fungsi bagi tubuh yaitu:
a.
Sebagai tempat penyimpanan gula.
b.
Sebagai tempat pembentukan dan
pembongkaran protein.
c.
Sebagai tempat membongkar sel darah
merah.
d.
Pemebntukan dan pengeluaran cairan
empedu.
e.
Menetralkan obat dan racun.
f.
Tempat untuk membuat vitamin A dari
Provitamin A.
B. Kelainan
dan Penyakit Pada Sistem EKRESI.
Ø
Anuria
Adalah kegagalan ginjal
menghasilkan urin. Disebabkan oleh kurangnya tekanan untuk melakukan
Filtrasi/Radang Glomerulus,sehingga plasma darah tidak bias masuk kedalam
Glomerulus.
Ø
Glikosuria
Adalah ditemukannya
glukosa pada urin,menunjukkan bahwa telah terjadi kerusakan pada badan
Malphigi.
Ø
Albuminaria
Adalah ditemukannya
protein albunin dalam urin disebabkan karna luka pada membrane glomerulus
sebagai akibat penyakit kenaikan tekanan darah,dan iritasi sel-sel ginjal.
Ø
Hematuria
Penyebabnya adalah
radang organ-organ system urin atau iritasi oleh batu ginjal.
Ø
Bilirubinaria
Menunjukan adanya
penguraian hemoglobin dalam darah yang berlebihan atau adanya ketidak fungsian
hati dan kerusakan empedu.
Ø
Batu Ginjal
Merupakan benda keras
yang sering ditemukan didalam saluran ginjal,maupun saluran urin. Disebabkan
oleh konsentrasi garam-garam mineral yang berlebihan,penurunan jumlah
air,kebasaan dan keaasaman urin yang abnormal/aktivitas kelenjar paratiroid
yang berlebihan.
Ø
Nefritis Glomerulus
Merupakan radang ginjal
yang melibatkan glomerulus,disebabkan karena reaksi alergi terhadap racun yang
dilepaskan oleh bakteri Stret Tococcus yang telah menginfeksi bagian tubuh
lain,khususnya tenggorokan.
Ø
Pielonefritis
Merupakan radang Pelvis
ginjal,medulla,dan korteks oleh infeksi bakteri.
Ø
Kistitis
Adalah radang kantung
kemih yang melibatkan lapisan mukosa dan submukosa,disebabkan oleh infeksi
bakteri,zat-zat kimia/luka mekanis.
Ø
Nefrosis
Merupakan kondisi
bocornya membrane glomerulus.
Ø
Polisistik
Disebabkan oleh kerusakan saluran ginjal yang merusak
nefron dan menghasil kan kista mirip dilatasi sepanjang saluran.
Ø
Gagal Ginjal
Disebabkan dari kondisi
yang mengganggu fungsi ginjal.
Ø
Albino (Bule)
Terjadi karna tidak ada
pigmen melanin pada lapisan Gramulosum.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dapat
disimpulkan bahwa Sistem Ekresi Manusia memiliki fungsi yang sangat penting
bagi tubuh kita,maka dari itu kita harus menjaga kesehatan tubuh kita, karena
apabila Sistem Ekresi kita terserang penyakit akan menimbulkan kerusakan pada
organ-organ Sistem Ekresi kita. Dengan berolahraga dan banyak minum air putih
adalah salah satu cara untuk mencegah timbulnya penyakit yang dapat merusak
organ-organ tersebut jadi marilah kita menjaga kesehatan tubuh kita agar kita
dapat hidup sehat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar