Sabtu, 09 Desember 2017

Artikel Mahasiswa ITK: PENGARUH KEBUTUHAN TIDUR BAGI MAHASISWA



PENGARUH PENTINGNYA KEBUTUHAN TIDUR BAGI MAHASISWA

Aditya Dwi Septyanur (01171003)
Fisika, Institut Teknologi Kalimantan
Ringkasan
Tidur merupakan kebutuhan pokok yang semestinya dilakukan oleh manusia untuk pengembalian metabolisme tubuh yang rusak. Dengan kata lain tidur adalah sebuah aktivitas beristirahat yang mewakili dalam kehidupan, untuk sekedar dapat mengistirahatkan tubuh menuju keadaan alami untuk beristirahat secara fisik dan mental. Kebtuhan tidur normal manusia adalah 6-8 jam sehari, namun biasanya tak sedikit dari individu kekurangan waktu tidur. Bisa saja disebabkan oleh tuntutan pekerjaan atau tugas yang menumpuk. Hal seperti ini biasanya terjadi pada mahasiswa, mereka akan merasa kekurangan tidur dikarenakan tugas yang menumpuk. Permasalahan ini dapat terjadi karena melalaikan tugas dan bermalas-malasan. Padahal hal seperti ini kembali pada individunya sendiri bagaimana mereka mensiasati untuk kebutuhan tidurnya. Dapat juga untuk lebih mengatur waktu yang akan dibutuhkan dalam kebutuhan tidur dan proses akademik maupun non akademik.
Pendahuluan
Dalam menjalani kehidupan setiap orang tidak akan beraktivitas  terus menerus tanpa ada hentinya. Ada sebuah kegiatan yang mewakili dalam kehidupan, untuk sekedar dapat mengistirahatkan tubuh. Tidur adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengembalikan keadaan tubuh manusia menuju keadaan alami untuk beristirahat secara fisik dan mental. Dalam kebutuhannya manusia sendiri membutuhkan sekurangnya 6-8 jam untuk tidur, agar dapat mengembalikan metabolisme sel tubuh yang rusak.
Kebutuhan tidur biasanya banyak tidak terpenuhi secara maksimal oleh beberapa orang, hal seperti ini bisa  saja disebabkan karena tuntutan pekerjaan, keinginan, dan juga karena kebiasaan. Contoh dalam kehidupan ini adalah seorang mahasiswa, mahasiswa sendiri mempunyai waktu tidur yang kurang dikarenakan tuntutan tugas. Dalam dunia perkuliahan pun, keaktifan dalam akademik maupun non akademik sangat menentukan pemehaman dari perkuliahan maupun persoalan tentang konsep kehidupan perkuliahan. Pamahaman disini dapat diperlukan konsentrasi yang baik, serta dengan kemampuan yang baik pula. Cara memupuk konsentrasi ini pun beragam caranya, dengan menjaga kesehatan, mengatur pola hidup sehat, dan istirahat yang cukup.
Pembahasan                                                                                                                
Tidur adalah suatu fenomena biologis yang terkait dengan irama alam semesta, irama sirkadian yang bersiklus 24 jam, terbit dan terbenamnya matahari, waktu malam dan siang hari, tidur merupakan kebutuhan manusia yang teratur dan berulang untuk menghilangkan kelelahan jasmani dan kelelahan mental. Kebutuhan tidur pada umumnya sudah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan wajib, yang harus di jalani oleh manusia. Bahkan bisa di katakana tidak hanya manusia mahkluk hidup yang membutuhkan tidur. Kebutuhan tidur ini tak semata-mata hanya dijadikan suplemen untuk mengistirahatkan tubuh yang bekerja seharian, melainkan manfaat tidur yang baik adalah dapat mengoptimalkan pikiran yang rancau atau yang paling penting, untuk mengoptimalkan metabolisme tubuh yang rusak. Tidur yang pas menyehatkan karena waktu yang diatur kapan kita tidur dan kapan kita bangun itulah hal yang baik dan perlu dilaksanakan.
            Jika dipandang dari segi kebutuhannya, manusia sendiri membutuhkan paling sedikit 6-8 jam sehari untuk tidur. Paruh waktu normal ini pun biasanya menjadi permasalahan yang mendasar bagaimana manusia dapat memenuhi kebutuhan tidur ini. Permasalahan seperti ini yang menjadi pokok permasalahan dalam menyelesaikan suatu tuntutan atau tugas. Setiap orang pada dasarnya pernah mengalami insomnia, sebuah survey yang dilakukan oleh National Institut of Health di Amerika menyebutkan bahwa pada tahun 1970 menunjukkan bahwa total penduduk  yang mengalami insomnia 17% dari populasi, presentase penderita insomnia lebih tinggi dialami oleh orang yang lebih tua, 1 dari 4 pada usia 60 tahun mengalami sulit tidur yang serius. Biasanya setiap orang mempunyai tuntutan tugas yang perlu membutuhkan banyak waktu dalam menyelesaikan tugasnya. Berlarut-larut dalam menyelesaikan tugas tersebut yang membuat seseorang akan menyita waktu tidurnya.
            Contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari adalah terlihat jelas pada diri seorang mahasiswa. Pentingnya kebutuhan tidur yang cukup baik dengan pola yang struktur, dapat membuat seorang mahasiswa mampu bersaing dalam dunia perkuliahannya. Namun yang disayangkan adalah seorang mahasiswa, sulit untuk mengatur kebutuhan tidur untuk dirinya sendiri. Dengan berbagai argumen yang menyatakan bahwa diri meraka merasa tidak memiliki waktu tidur yang cukup, yang disertakan dengan banyaknya tugas-tugas yang harus dikerjakan. Dengan kejadian seperti ini maka konsentrasi dalam diri meraka, juga akan terganggu dalam menempuh kegiatan di kampus.
            Mahasiswa biasanya mengalami gejala pada saat ia akan merasa tidak mempunyai waktu tidur yang cukup. Berkurangnya kebutuhan tidur yang dimiliki, menandakan berkurang pula konsentrasi yang baik untuk menerima pelajaran dikelas. Ini sudah menjadi masalah pokok yang harus segera di atasi guna mengoptimalkan daya saing dan pikir mereka dikelas. Namun jika kita lihat kebelakang faktor yang mempengarui permasalahan diatas, tidak lain di sebebabkan oleh indivudunya sendiri.
Dengan menunda tugas yang diberikan dan rasa malas sesaat yang berkepanjangan. Ini adalah permasalahan pokok yang terjadi di lingkungan kampus Institut Teknologi Kalimantan. Kebanyakan hal ini dialami oleh mahasiswa baru yang baru saja memulai tahap metamorfosa atau peralihan dari masa siswa menjadi seorang mahasiswa. Dengan permasalahan dasar diatas maka, seorang mahasiswa akan menggunakan waktu tidurnya untuk menyelesaikan tugas, dengan jangkauan dateline besok harinya. Dengan begitu dalam waktu semalam akan digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.
Otomatis kebutuhan tidur yang seharusnya digunakan untuk mengistirahatkan tubuh menjadi berkurang, hal ini akan berdampak buruk bagi keaktifan seorang mahasiswa di kelas esok harinya. Pola  pikir pula yang semestinya perlu dirubah, dengan mengabaikan metode sistem kebut semalam. Dimana jika ia berhasil menyelesaikan tugas yang pertama dengan jangkauan dateline, maka ia akan mencoba mengulangi kebiasaan ini kembali. Hal seperti ini lah yang mesti dikubur, dan ditinggalkan, karena pada dasarnya seorang mahasiswa harus mempunyai kemampuan berpikir yang logis.
Permasalahan seperti ini, sudah semestinya dikembalikan kedalam prinsip belajar seorang mahasiswa. Dengan tidak menunda tugas yang yang diberikan, serta lebih memotivasi diri sendiri agar memendam rasa malas yang dimiliki. Permasalahan kurangnya tidur bagi mahasiswa ini, kembali pada individu lagi. Bagaimana ia mampu memenejemen waktu untuk pemenuhan akademik dan non akademik di kampus.
Penutup
            Pada dasarnya kualitas istirahat atau tidur seorang mahasiswa sangat menentukan kemampuan dalam menangkap dan mengaplikasikan setiap materi perkuliahan yang diberikan. Denga ini maka permasalahan kebutuhan tidur yang dimiliki oleh mahasiswa itu sendiri, bergantung pada diri mereka sendiri. Dengan memenejemen waktu yang baik dan tidak melalaikan tugas serta bermalas-malasan yang berlarut-larut. Penerapan sistem kebut semalam pun yang sudah sewajibnya di tinggalkan untuk memenuhi prestasi akademik maupun non akademik.
           













DAFTAR PUSTAKA
Chopra, D. 2003. Tidur Nyenyak, Mengapa Tidak? Terjemahan. Yogyakarta : Ikon
Japardi Iskandar. 2002. Gangguan Tidur. Laporan Penelitian. Fakultas Kedokteran.
Panteri, IGP. 1993. Gangguan Tidur Insomnia dan Terapinya Suatu Kajian Pustaka. Majalah        Ilmiah Unud th xx No 37.

Sabtu, 18 November 2017

Etiolasi (Cerpen)




“Islam tidak melarang cinta, perasaan itu memang dicipta untuk kita. Tapi cara bagaimana dan mencintai siapa itu yang mengubah asal hukumya”
Riuk riang keramaian kampus ini sangat membosankan. Ya membosankan karena begitu banyak drama yang sengaja dibuat oleh setiap orang. Ini adalah waktu pertamaku berada di kampus. Namun sungguh ini sangat membosankan beda dengan apa yang kuidam-idamkan saat masih duduk di bangku sekolah. Dengan bersandar di tiang-tiang penyangga bangunan ini aku berharap agar dapat pulang dengan cepat.
            Di keramaian ini tidak sengaja mataku berpapasan dengan mata yang memecah kebosanan ini. Jika tidak salah dia pun melontarkan senyumnya padaku. Sialnya aku tidak sempat mengingat wajah itu, aku hanya ingat dengan binaran oleh mata indah itu. Sangat cepat ya ini sangat cepat seketika dia sudah melewatiku, dengan sergap aku membalikkan badan untuk mengetahui siapakah gerangan sosok yang dapat membawaku keluar dari kebosanan tadi. Sial sangat sial aku tak berkesempatan melihat wajahnya, aku hanya ingat oleh postur tubuh bagian belakangnya.
Pukul 7:30 tertera di jam tangan ini kelas pun nampaknya akan dimulai, ini hanya pertemuan perdana jadi kami hanya akan diperkenalkan oleh dosen-dosen. Di kelas pun aku masih memikirkan siapa dan siapa tadi. Aku sangat penasaran dengan pemilik mata itu, bersyukur kami berada di kampus yang sama. Jadi aku pasti dapat bertemu lagi dengannya.
Waktu pulang pun tiba, aku tidak ingin bergegas pulang. Aku menunggu seseorang itu tepatnya aku menunggu di tiang tempatku bersandar pagi tadi. Dengan seksama kuperhatikan dengan jeli setiap lelaki yang berlalu lalang di depanku. Namun tidak ada yang memiliki tubuh bagian belakang seperti sosok tadi. “Nisa ayo pulang” ucap Mei, ah sungguh menjengkelkan Mei sangat menggangguku. “oh Mei iya ayo kita pulang” jawabku agak kesal.
Di sepanjang perjalanan pulang Mei bercerita tentang kelas perdananya, aku mendengarkan saja sambil sesekali menimpali ceritanya. “Kamu tadi nunggu siapa Nis?” tanya Mei. “Tidak aku tidak menunggu siapapun, aku hanya mengamati kampus baru saja hahaha” jawabku sambil tertawa.
“Eh sekalian sholat yuk” ajak Mei sambil menunjuk masjid kampus, “ah ngga ah ntar aja di kos” jawabku malas. “Issh ngga asiknya Nisa” jawab Mei jengkel.
Sesampainya di kos kubersihkan diri dan lanjut untuk bersholat. Setelah itu aku bergegas untuk makan. Dan setelah makan aku berbaring di atas kasur. Tiba-tiba saja terlintas di pikirku bahwa hidupku ini sangat monoton. Aku ingin keluar dari zona ini, tapi bagaimana caranya?
Ah aku malas memikirkan caranya sudah jalani saja hidup seperti ini. Layaknya air saja lah yang mengikuti kemana arah jalannya, toh ini sudah takdir yang diberi Allah SWT. Ya memang setiap hari di kos hanya bermain hp, nonton tv, dan makan. Toh juga nanti pasti akan sibuk sendiri dengan adanya tugas kuliah pikirku.
Dan adzan shubuh sudah terdengar lagi saatnya kembali ke dunia yang monoton. Sesampainya di kampus aku mengikuti perkuliahan dengan baik. Sudah masuk waktu untuk sholat Mei pun mengajak ku untuk bersholat di masjid. Ah aku malas untuk pulang sebentar lagi juga akan ada kelas jadi dengan terpaksa sholat saja di masjid.
“Mei habis sholat kita beli makan yuk aku laper” pintaku pada Mei, “Iya Nis aku juga laper, kita makan bakso aja yuk ntar” jawab Mei. Aku menganggukan kepala saja. Setelah selsainya dari bersholat kami bergegas menuju warung bakso. Namun saat duduk memakai sepatu, aku menemukan sosok yang memiliki binar mata yang indah kala itu. Aku melihat dengan jelas wajahnya, dia bergurau bersama teman-temanya di depan tempat berwudhu lelaki.
Dialah pemilik mata indah yang kucari dari kemarin. Parasnya pun tampan jua dengan kumis tipis yang menghiasinya dan mahkota cepaknya itu, ah tampannya. Sembari bejalan aku terus memikirkannya siapakah gerangan namanya?
“Lek bakso dua ya” pesan Mei, “Nis kamu kenapa sih dari tadi senyum ngga jelas gitu?” Tanya Mei heran “Ha apasih nggak papa kok” jawabku. Pesanan kami pun datang, “Loh Nis kamu kan ngga suka kecap” Tanya Mei, “Aduh aku ngga sengaja ngasihnya, duh ngga fokus aku” jawabku sambil menghentikan lelehan kecap. “Yaudah nih untung punyaku belum ku kasih” jawab Nisa. “Kamu kenapa sih Nis dari tadi tau lah, badan mu disini tapi pikiranmu dimana?” Tanya Mei “Apasih Mei ayo sudah makan” jawabku santai
Setelah makan kami pun kembali ke kelas. Sambil menunggu dosen ku baca buku-buku mata kuliah hari ini. Ada segerombol kaka tingkat yang memasuki kelas. Ternyata mereka dari sebuah organisasi Islam yang ada di kampus, mereka ingin memberitahu bahwa telah diadakan oprec anggota. Aku tidak memperhatikan dengan seksama apa-apa saja yang mereka sampaikan.
Tiba-tiba datanglah seorang yang membuatku terkejut. Ya dia adalah lelaki itu, dia memperkenalkan dirinya dan tersenyum kearahku. Mungkin karena dia heran melihatku begitu menganga memperhatikannya. Aku berniat besar untuk mengikuti organisasi tersebut. Alasan terbesarku adalah ingin mengenal lebih dekat siapa dia.
Hari dimana pertemuan perdana organisasi ini aku sangat bersemangat. Mei sangat bingung kenapa bisa aku bergabung dengan organisasi ini. Aku hanyak mengatakan jika aku ingin memperdalam agama saja. Dan Mei percaya dengan apa yang kukatakan. Aku mengira akan memandang dia dengan puas. Mata kami dapat bertemu lagi, mendapat senyum darinya. Ternyata diluar dugaanku dia tidak muncul di pertemuan itu. Ya sangat sial setiap ada agenda dengan organisasi ini dia tak pernah muncul. Sampai-sampai aku lupa apa niat awalku untuk mengikuti organisasi ini karena lebih asik melakukan hal-hal di keorganisasian ini.
Aku merasa lebih disiplin terhadap waktu, pengetahuan tentang ibadah juga semakin banyak, dan aku merasa hidupku tidak monoton lagi. Juga aku mengetahui tidak boleh kita terlalu mendamba pada lawan jenis apalagi berharap menjadi pacarnya. “Sebaik-baiknya cinta adalah cinta yang namanya ada dalam setiap bait doa mu” itu salah satu tausiyah yg sangat ku ingat.
Hingga suatu hari Mei menemukan sebuah surat yang dulunya ingin kuberikan kepada lelaki itu. Surat yg berisi “Wahai akhi aku tau aku tak pantas bila bersanding dengamu, namun aku berusaha dalam ketidakpantasan ini bisa bersanding denganmu. Terimakasih kala itu kau sempatkan untuk menatapku. Kau yang memecah bosanku hingga membuatku sangat ingin tahu sosokmu. Kau tau aku sangat mendambamu banyak cara kulakukan agar bisa berada dekat dengamu. Jika kau berpikir aku sangat ceroboh mengatakan ini, tak ada masalah bagiku sebab dulu pun Khadijah melamar baginda Nabi Muhammad terlebih dulu.”
Mei menemukan surat itu di tumpukan buku yang ada di rak kamarku. Diapun bergegas mengintrogasiku. “Nisa kamu yg menulis ini?” Tanya Mei agak marah “Kamu kok bisa dapet itu sih?” tanyaku heran. “Nis kalo emang kamu mau ikut organisasi ini cuma buat yg kaya gini, mending sekarang kamu keluar deh. Kamu cuma buat jelek diri kamu kalo niatmu ngga baik Nis!” sahut Mei “Ngga Mei ngga iya memang dulu niatku buat ikut ini cuma buat dia, tapi sekarang enggak aku udah tau kalo yang aku lakuin dulu itu salah ngga seharusnya aku ngelakuin ini. Tapi sekarang aku beda Mei aku akuin aku masih kagum sama dia tapi sekarang aku tahu kalo perasaan ku ini ngga boleh terus ada. Aku sudah buat coba ngehilanginnya Mei. Percaya sama aku” jelasku.
Mei pun mempercayaiku, ya memang aku sudah berusaha melupakannya. Karena sering mengikuti tausiyah-tausiyah aku jadi tahu cara ini salah kulakukan untuk mecintainya. Aku akan memelukmu dalam setiap doa yg ku lantunkan kepada Allah SWT.
Menyesal pernah memiliki perasaan itu? Tidak aku justru berterimakasih karena dengan itu aku bisa bergabung dengan organisasi ini dan membuatku lebih mengerti dengan agama ini. Aku sangat berterimakasih padamu wahai lelaki yang kuharap dapat menjadi imam ku kelak, karena telah membawaku ke jalan yg lebih baik seperti sekarang.
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kisah cinta Ali dan Fatimah. Yang diam-diam saling mendamba hingga akhirnya Allah mempersatukannya jua”