PENGARUH
PENTINGNYA KEBUTUHAN TIDUR BAGI MAHASISWA
Aditya
Dwi Septyanur (01171003)
Fisika,
Institut Teknologi Kalimantan
Ringkasan
Tidur
merupakan kebutuhan pokok yang semestinya dilakukan oleh manusia untuk pengembalian
metabolisme tubuh yang rusak. Dengan kata lain tidur adalah sebuah aktivitas
beristirahat yang mewakili dalam kehidupan, untuk sekedar dapat
mengistirahatkan tubuh menuju keadaan alami untuk beristirahat secara fisik dan
mental. Kebtuhan tidur normal manusia adalah 6-8 jam sehari, namun biasanya tak
sedikit dari individu kekurangan waktu tidur. Bisa saja disebabkan oleh
tuntutan pekerjaan atau tugas yang menumpuk. Hal seperti ini biasanya terjadi
pada mahasiswa, mereka akan merasa kekurangan tidur dikarenakan tugas yang
menumpuk. Permasalahan ini dapat terjadi karena melalaikan tugas dan
bermalas-malasan. Padahal hal seperti ini kembali pada individunya sendiri
bagaimana mereka mensiasati untuk kebutuhan tidurnya. Dapat juga untuk lebih
mengatur waktu yang akan dibutuhkan dalam kebutuhan tidur dan proses akademik
maupun non akademik.
Pendahuluan
Dalam
menjalani kehidupan setiap orang tidak akan beraktivitas terus menerus tanpa ada hentinya. Ada sebuah
kegiatan yang mewakili dalam kehidupan, untuk sekedar dapat mengistirahatkan
tubuh. Tidur adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengembalikan keadaan tubuh
manusia menuju keadaan alami untuk beristirahat secara fisik dan mental. Dalam
kebutuhannya manusia sendiri membutuhkan sekurangnya 6-8 jam untuk tidur, agar
dapat mengembalikan metabolisme sel tubuh yang rusak.
Kebutuhan
tidur biasanya banyak tidak terpenuhi secara maksimal oleh beberapa orang, hal
seperti ini bisa saja disebabkan karena
tuntutan pekerjaan, keinginan, dan juga karena kebiasaan. Contoh dalam
kehidupan ini adalah seorang mahasiswa, mahasiswa sendiri mempunyai waktu tidur
yang kurang dikarenakan tuntutan tugas. Dalam dunia perkuliahan pun, keaktifan
dalam akademik maupun non akademik sangat menentukan pemehaman dari perkuliahan
maupun persoalan tentang konsep kehidupan perkuliahan. Pamahaman disini dapat
diperlukan konsentrasi yang baik, serta dengan kemampuan yang baik pula. Cara
memupuk konsentrasi ini pun beragam caranya, dengan menjaga kesehatan, mengatur
pola hidup sehat, dan istirahat yang cukup.
Pembahasan
Tidur
adalah suatu fenomena biologis yang terkait dengan irama alam semesta, irama
sirkadian yang bersiklus 24 jam, terbit dan terbenamnya matahari, waktu malam
dan siang hari, tidur merupakan kebutuhan manusia yang teratur dan berulang
untuk menghilangkan kelelahan jasmani dan kelelahan mental. Kebutuhan
tidur pada umumnya sudah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan wajib, yang
harus di jalani oleh manusia. Bahkan bisa di katakana tidak hanya manusia
mahkluk hidup yang membutuhkan tidur. Kebutuhan tidur ini tak semata-mata hanya
dijadikan suplemen untuk mengistirahatkan tubuh yang bekerja seharian,
melainkan manfaat tidur yang baik adalah dapat mengoptimalkan pikiran yang
rancau atau yang paling penting, untuk mengoptimalkan metabolisme tubuh yang
rusak. Tidur yang pas menyehatkan karena waktu yang diatur kapan kita tidur dan
kapan kita bangun itulah hal yang baik dan perlu dilaksanakan.
Jika dipandang dari segi kebutuhannya, manusia sendiri
membutuhkan paling sedikit 6-8 jam sehari untuk tidur. Paruh waktu normal ini
pun biasanya menjadi permasalahan yang mendasar bagaimana manusia dapat
memenuhi kebutuhan tidur ini. Permasalahan seperti ini yang menjadi pokok
permasalahan dalam menyelesaikan suatu tuntutan atau tugas. Setiap orang pada
dasarnya pernah mengalami insomnia, sebuah survey yang dilakukan oleh National
Institut of Health di Amerika menyebutkan bahwa pada tahun 1970 menunjukkan
bahwa total penduduk yang mengalami
insomnia 17% dari populasi, presentase penderita insomnia lebih tinggi dialami
oleh orang yang lebih tua, 1 dari 4 pada usia 60 tahun mengalami sulit tidur
yang serius. Biasanya setiap orang mempunyai tuntutan tugas yang perlu
membutuhkan banyak waktu dalam menyelesaikan tugasnya. Berlarut-larut dalam
menyelesaikan tugas tersebut yang membuat seseorang akan menyita waktu
tidurnya.
Contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari adalah terlihat
jelas pada diri seorang mahasiswa. Pentingnya kebutuhan tidur yang cukup baik
dengan pola yang struktur, dapat membuat seorang mahasiswa mampu bersaing dalam
dunia perkuliahannya. Namun yang disayangkan adalah seorang mahasiswa, sulit
untuk mengatur kebutuhan tidur untuk dirinya sendiri. Dengan berbagai argumen
yang menyatakan bahwa diri meraka merasa tidak memiliki waktu tidur yang cukup,
yang disertakan dengan banyaknya tugas-tugas yang harus dikerjakan. Dengan
kejadian seperti ini maka konsentrasi dalam diri meraka, juga akan terganggu dalam
menempuh kegiatan di kampus.
Mahasiswa biasanya
mengalami gejala pada saat ia akan merasa tidak mempunyai waktu tidur yang
cukup. Berkurangnya kebutuhan tidur yang dimiliki, menandakan berkurang pula
konsentrasi yang baik untuk menerima pelajaran dikelas. Ini sudah menjadi
masalah pokok yang harus segera di atasi guna mengoptimalkan daya saing dan
pikir mereka dikelas. Namun jika kita lihat kebelakang faktor yang mempengarui permasalahan
diatas, tidak lain di sebebabkan oleh indivudunya sendiri.
Dengan menunda tugas yang diberikan dan rasa malas sesaat
yang berkepanjangan. Ini adalah permasalahan pokok yang terjadi di lingkungan
kampus Institut Teknologi Kalimantan. Kebanyakan hal ini dialami oleh mahasiswa
baru yang baru saja memulai tahap metamorfosa atau peralihan dari masa siswa
menjadi seorang mahasiswa. Dengan permasalahan dasar diatas maka, seorang
mahasiswa akan menggunakan waktu tidurnya untuk menyelesaikan tugas, dengan
jangkauan dateline besok harinya. Dengan
begitu dalam waktu semalam akan digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas
tersebut.
Otomatis kebutuhan tidur yang seharusnya digunakan untuk
mengistirahatkan tubuh menjadi berkurang, hal ini akan berdampak buruk bagi
keaktifan seorang mahasiswa di kelas esok harinya. Pola pikir pula yang semestinya perlu dirubah,
dengan mengabaikan metode sistem kebut semalam. Dimana jika ia berhasil
menyelesaikan tugas yang pertama dengan jangkauan dateline, maka ia akan mencoba mengulangi kebiasaan ini kembali.
Hal seperti ini lah yang mesti dikubur, dan ditinggalkan, karena pada dasarnya
seorang mahasiswa harus mempunyai kemampuan berpikir yang logis.
Permasalahan seperti ini, sudah semestinya dikembalikan
kedalam prinsip belajar seorang mahasiswa. Dengan tidak menunda tugas yang yang
diberikan, serta lebih memotivasi diri sendiri agar memendam rasa malas yang
dimiliki. Permasalahan kurangnya tidur bagi mahasiswa ini, kembali pada
individu lagi. Bagaimana ia mampu memenejemen waktu untuk pemenuhan akademik
dan non akademik di kampus.
Penutup
Pada dasarnya kualitas istirahat atau tidur seorang mahasiswa
sangat menentukan kemampuan dalam menangkap dan mengaplikasikan setiap materi
perkuliahan yang diberikan. Denga ini maka permasalahan kebutuhan tidur yang
dimiliki oleh mahasiswa itu sendiri, bergantung pada diri mereka sendiri.
Dengan memenejemen waktu yang baik dan tidak melalaikan tugas serta
bermalas-malasan yang berlarut-larut. Penerapan sistem kebut semalam pun yang
sudah sewajibnya di tinggalkan untuk memenuhi prestasi akademik maupun non
akademik.
DAFTAR PUSTAKA
Chopra, D. 2003. Tidur Nyenyak, Mengapa Tidak?
Terjemahan. Yogyakarta : Ikon
Japardi Iskandar. 2002. Gangguan Tidur. Laporan
Penelitian. Fakultas Kedokteran.
Panteri, IGP. 1993. Gangguan Tidur Insomnia dan
Terapinya Suatu Kajian Pustaka. Majalah Ilmiah
Unud th xx No 37.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar